PEDOMAN TEHNIS PAK DE BASS
PAK DE BASS
(Pembentukan Karakter Anak Melalui Digitalisasi Buku AmalanSiswa Sehari-hari)
- LATARBELAKANG
Pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia, telah menyadari pentingnya pendidikan karakter dan telah mengimplementasikan program-program pendidikan karakter di sekolah. Integrasi pendidikan agama Islam secara khusus mendukung program ini dengan memberikan konteks spiritual dan moral yang kaya bagi siswa. Melalui pendidikan agama dan pembiasaan ibadah, diharapkan siswa tidak hanya menginternalisasi nilai-nilai agama tetapi juga belajar tentang kebersamaan, toleransi, dan menghargai perbedaan. Ini penting dalam membangun masyarakat yang harmonis di masa depan.
Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk kekuatan spiritual keagamaan pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Dalam UU tersebut pendidikan seharusnya dapat membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Pendidikan menurut islam sendiri tidak hanya mentransfer pengetahuan tetapi juga mentransfer spiritual untuk membentuk akhlak yang baik kepada peserta didik. Dan berdasarkan UU No.1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atasUU No.11 tahun 2008 (UU ITE) yaitu UU ITE terbaru menekankan kewajiban Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk memberikan pelindungan bagi anak yang menggunakan atau mengakses sistem elektronik, termasuk produk, layanan, dan fitur-fiturnya..Pendidikan menurut islam tidak hanya mentransfer pengetahuan juga mentransfer spiritual untuk membentuk akhlak yang baik peserta didik, selaras dengan isu strategis Nasional yaitu revolusi mental dan pembangunan kebudayaan.
Pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia, telah menyadari pentingnya pendidikan karakter dan telah mengimplementasikan program-program pendidikan karakter di sekolah. Integrasi pendidikan agama Islam secara khusus mendukung program ini dengan memberikan konteks spiritual dan moral yang kaya bagi siswa. Melalui pendidikan agama dan pembiasaan ibadah, diharapkan siswa tidak hanya menginternalisasi nilai-nilai agama tetapi juga belajar tentang kebersamaan, toleransi, dan menghargai perbedaan. Ini penting dalam membangun masyarakat yang harmonis di masa depan
MasaSMPadalahfasepentingdalampembentukankarakterdanidentitas diri. Pada usia ini, siswa cenderung mulai mencari dan menentukan nilai-nilai yang akan mereka pegang dalam kehidupan. Oleh karena itu, integrasi nilai agama dalam pendidikan dianggap dapat membimbing siswa menemukan dan memperkuat karakter mereka. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan informasi, anak-anak dan remaja saat ini terpapar dengan berbagai macam pengaruh dari dalam dan luar negeri yang tidak selalu positif. Pendidikan karakter melalui agama dianggap sebagai salah satu cara untuk menanamkan fondasi yang kuat agar siswa dapat memilih dan memilah pengaruh-pengaruh tersebut dengan bijak.
Dan ini yang menjadi PR besar saat pembelajaran saat ini. Para guru mulai menata ulang perilaku anak-anak. Latar belakang pendidikan karakter murid SMP melalui peningkatan ibadah agama Islam dalam keseharian merupakan upaya holistik untuk membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya akan nilai moral dan etika. Pendekatan ini diharapkandapat melahirkangenerasimudayangberakhlakmulia,bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
AgamaIslammengajarkanbanyaknilaiyangmenjadidasarpembentukan karakter, seperti kejujuran, kesabaran, empati, solidaritas, dan disiplin. Melalui peningkatanibadahdanpemahaman terhadapajaran agamadalamkeseharian, siswadapatsecaralangsungmempraktikkannilai-nilaitersebut.Pendidikan
karaktermenjadikunciperubahannilai,sikapdanperilakubagianakkearahyanglebihbaik.Nilai-nilaipendidikan karakterharusdiajarkan agarpeserta didik Untukmengatasihaltersebut,SMPNegeri1Panjimelaluipeningkatan ibadah agama Islam dalamkeseharian sebagai upaya holistik untuk membentuk individu cerdas secara intelektual, juga kaya nilai moral dan etika. Pendekatanini diharapkan dapatmelahirkan generasi mudaberakhlakmulia, bertanggung jawab,danmampuberkontribusipositifterhadapmasyarakatdanlingkungan
sekitarnya.
SMP Negeri 1 Panji telah menghadirkan terobosan Inovasi PAKDEBASS yaitu Pembentukan karakter siswa dengan digitalisasi buku amalan siswa sehari-hari,untuk memperbaikidan membangunkembalikarakter peserta didik. BerdasarkanDiagnosisawalsaatpembelajarandimulai,80%siswabarukelas7 masih belum lancar bahkan belum hafal membaca doa-doa pendek, surat Yasin serta Asmaul Husnah. Sedangkan pada kelas 8 dan 9 sebanyak 75% tidak lancar membaca doa-doa pendek, surat Yasin, serta Asmaul Husnah.
Kebaharuan inovasi PAK DE BASS adalah Pembentukan Karakter Anak melaluidigitalisasi monitoring amalan siswa sehari-hari dengan jadwal yang tersedia yang merupakan pembiasaan diri bagi peserta didik untuk menghafal doa dan ayat- ayat pendek pada Alquran yang diketahui atau dievaluasi oleh wali murid dan pihak sekolah sehingga terjadi kesinambungan antara pendidikan di sekolah dan di keluarga.Buku Sakuberisi doa-doa pendeksehari-hari,AsmaulHusnah, SuratYasin,suratPendekJuz30,materi pendidikan keislaman seperti sifat-sifat Allah juga materi dalam sholat wajib, puasa, zakat dan haji serta tugas hafalan yang harus dilaporkan secara berkala.
Langkah-langkah atau upaya pembentukan karakter siswa yaitu: membentuk klasifikasi siswa untuk menghafal doa dan surat pendek, jadwal yang tersedia dalam rangka membentuk manusia yang mempunyai keseimbangan lahiriah dan rohaniah serta berakhlaq mulia dalam kehidupan pribadinya, buku amalan siswa sehari-hari yang bertujuan untuk menjawab tantangan dalam membangun karakter serta peningkatan iman dan taqwa.
- TUJUANINOVASI:
- Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan menghafal 50 sifat-sifat aqoid Allah yang tercetak dalam BASS (Buku Amalan Siswa Sehari-hari).
- Membantu siswa-siswiSMPN 1Panjiagar hafal dengan membaca dan menghafal doa-doa sebelum belajar dan doa-doa lainnya sertaasmaul husnah.
- Membentuk manusia yang mempunyai keseimbangan lahiriah dan rohaniah.
- Berakhlaq mulia dalam kehidupan sehari-hari dan melaksanakan istighosah setiap Bulan di hari Jum’at minggu ketiga pada setiap hari Jumat.
- Sebagai sarana atau wadah aktifitas belajar dan menghafal Al-qur’an dengan jadwal yang sudah ditentukan setiap minggu pada juz 30,
- Mengamalkan, dan membudayakan nilai nilai keislaman dalam sikap hidup sehari-hari seperti sholat wajib, puasa, zakat dan haji.
- SASARAN
- Siswa
- Nilai-Nilai Dasar: Agama Islam mengajarkan banyak nilai yang menjadi dasar pembentukan karakter, seperti kejujuran, kesabaran, empati, solidaritas, dan disiplin. Melalui peningkatan ibadah dan pemahaman terhadap ajaran agama dalam keseharian, siswa dapat secara langsung mempraktikkan nilai-nilai tersebut.
- Peran Pendidikan: Masa SMP adalah fase penting dalam pembentukan karakter dan identitas diri. Di usia ini, siswa cenderung mulai mencari dan menentukan nilai-nilai yang akan mereka pegang dalam kehidupan. Oleh karena itu, integrasi nilai agama dalam pendidikan dianggap dapat membimbing siswa menemukan dan memperkuat karakter mereka.
- Tantangan Zaman: Dengan semakin berkembangnya teknologi dan informasi,anak-anakdanremajasaatiniterpapardenganberbagai
- Siswa
macam pengaruh dari dalam dan luar negeri yang tidak selalu positif. Pendidikan karakter melalui agama dianggap sebagai salah satu cara untuk menanamkan fondasi yang kuat agar siswa dapat memilih dan memilah pengaruh-pengaruh tersebut dengan bijak.
-
-
- PendidikanKarakterSecaraNasional: Pemerintahdiberbagainegara, termasuk Indonesia, telah menyadari pentingnya pendidikan karakter dan telah mengimplementasikan program-program pendidikan karakter di sekolah. Integrasi pendidikan agama Islam secara khusus mendukung program ini dengan memberikan konteks spiritual dan moral yang kaya bagi siswa.
- Orangtuadan Masyarakat
- Pembiasaan: Melalui pendidikan agama dan pembiasaan ibadah, diharapkan siswa tidak hanya menginternalisasi nilai-nilai agamatetapi juga belajar tentang kebersamaan, toleransi, dan menghargai perbedaan. Inipentingdalam membangun masyarakat yangharmonis di masa depan.
- Kontribusi Positif: Pendidikan karakter adalah proses pendidikan yang tidak hanya menekankan pada pencapaian akademik semata, tapi juga pengembangan nilai-nilai moral, etika, dan karakter siswa.Agama Islam, dengan ajaran-ajarannya, memberikan landasan yang kuat untuk pembentukan karakter siswa. Pendekatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
-
- PELAKSANAAN
- PERENCANAAN
- Konsultasi dengan Kepala Sekolah melaksanakan program pembiasaanyangberhubungandenganpeningkatanibadahagama Islam dalam keseharian sebagai upaya holistik untuk membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi jugakaya akan nilai moral dan etika.
- MenyusunjadwalProgram
- SOSIALISASI
- Sosialisasiprogrambersamawalikelasdanseluruhdewanguru.
- Sosialisasidenganperwakilanpenguruskelas7,8dan9
- PELAKSANAAN
- Membagikan buka saku BASS yang berisi Doa-doa pendek sehari-hari siswa, Asmaul Husnah, Surat Yasin, surat Pendek Juz 30, materi pendidikan keislaman seperti sifat-sifat Allah juga materi dalamsholat wajib, puasa, zakat dan haji. Sertatugas hafalan yang harus dilaporkan secara berkala.
- Siswa membaca dan menghafal doa-doa sebelum belajar dan doa-doa lainnya sertaasmaul husnah setiap hari sebelum memulai pembelajaran.
- Siswa membaca surat Yasin setiap hari Jum’at dan melaksanakan istighosah setiap Bulan di hari Jum’at minggu ketiga.
- Siswa menyetorkan hafalan surat-surat di Juz Amma pada guru Pendidikan Agama Islam untuk dinilai dan diparaf sebagai bukti telah melaksanakan kegiatan .
- Guru Pendidikan Agama Islam membuat penilaian setiap siswa untuk dilaporkan pada Orangtua siswa setiap tiga bulan sekali sebagai bentuk tanggungjawab pendidikan agama dan menjadi syarat kenaikan kelas.
- MONITORINGDANEVALUASI
Monitoring, evaluasi, dan pelaporan PAK DE BASS (PembentukanKarakter AnakMelalu DigitalisasiiBukuAmalanSiswa Sehari-hari) di SMP Negeri 1 Panji Kabupaten Situbondo dilakukan untuk mengetahui keberhasilan Pendidikan karakter dimana proses pendidikan yang tidak hanya menekankan pada pencapaianakademik semata, tapi juga pengembangan nilai-nilai moral, etika,dan karakter siswa.
Hasilmonitoringdanevaluasidisajikandalamsebuahlaporan
dan digunakan sebagai referensi penyusunan rencana dan pelaksanaan padaprogram berikutnyaatau programlain yangsejenis untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien.
Siswa pada akhirnya mempunyai keseimbangan lahiriah dan rohaniah serta berakhlaq mulia dalam kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Pada akhirnya PAK DE BASS menjadi sarana atau wadah aktifitas belajar dan menghafal Al-qur’an, mengamalkan, dan membudayakan nilai nilai keIslaman dalam sikap hidup sehari-hari seperti sholat wajib, puasa, zakat dan haji.
Monitoring dan Evaluasi bertujuan untuk mengetahui kesesuaian, efektivitas, dan efisiensi kegiatan antaraperencanaandan pelaksanaan, serta keberhasilan kegiatan dengan indikator masukan, proses, keluaran, dan hasil yang akan dicapai.
- PENDANAAN
Sumber dana untuk pembiayaan PAK DE BASS (Pembentukan Karakter Anak Melalui Digitalisasi Buku Amalan Siswa Sehari-hari)Di SMP Negeri 1 Panji di Kabupaten Situbondo tahun 2026 berasal dari APBD Kabupaten Situbondo.
- PENUTUP
Pedoman UmumInovasi PAK DE BASS (Pembentukan Karakter Anak Melalui Digitalisasi Buku Amalan Siswa Sehari-hari)di SMP Negeri 1 Panji ini memberikan informasi serta memandu pelaksanaan kegiatan ini.
PAK DE BASS, atau Pembentukan Karakter Anak melalui Buku Amalan Siswa Sehari-hari ini dihadirkan untuk menjawab tantangan dalammembangunkaraktersertapeningkatanimandantaqwakepada Allah SWT dalam rangka membentukmanusia yang mempunyai keseimbangan lahiriah dan rohaniah serta berakhlaq mulia dalam kehidupan pribadinya.
Semoga kegiatan ini memberikan inspirasi dan semangat untuk menanamkan pendidikan agama Islam dan pembiasaan ibadah, dan kami berharap siswa tidak hanya menginternalisasi nilai-nilai agama tetapi juga belajar tentang kebersamaan, toleransi, dan menghargai perbedaan. Ini penting dalam membangun masyarakat yang harmonis di masa depan. Saran dan Kritik tentunya kami harapkan untuk perbaikan kedepannya. Semoga Allah SWT meridhloi apa yang kita kerjakan.